Sie Reboh (Daging Rebus) Makanan Tradisional Masyarakat Aceh Yang Kaya Akan Gizi

Sie reboh adalah suatu bentuk masakan daging yang terbuat dari daging sapi atau kerbau. Masakan khas Aceh ini dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan seperti asam cuka, lemak, rempah-rempah di dalam potongan-potongan daging serta dilakukan proses pemanasan hingga di peroleh daging yang sangat empuk. Sie reboh biasanya dibuat dengan jumlah yang besar (5-10kg) terutama pada hari-hari besar keagamaan. Sie reboh ini mampu bertahan hingga 1 bulan atau lebih yang di simpan pada suhu ruang dan dilakukan berulang secara berkala. Pemanasan dilakukan setiap kali hendak di konsumsi hingga lemak-lemak yang ada di dalamnya mencair dan di ambil pada jumlah tertentu sesuai kebutuhan serta sisanya di simpan untuk di santap pada waktu yang lain.

Dulunya makanan ini sering di konsumsi oleh pejuang-pejuang dan masyarakat Aceh ketika berperang melawan para penjajah Belanda. Dan mejadi hidangan para Raja dan Ratu ketika itu. Hingga sekarang masakan Sie Reboh (Daging Rebus) ini masih menjadi masakan terpopuler masyarakat Aceh. Lantas kenapa makanan ini sering di konsumsi pada saat itu? Ya,  masakan ini sangat mudah di sajikan karena cukup dengan cara di rebus bersamaan dengan cuka aren atau air jeruk dan juga di berikan rempah-rempah lainnya yang mudah di dapatkan pada saat itu.

Masakan ini bisa kita jumpai hampir di seluruh rumah makan yang ada di Aceh. Dan banyak para usahawan yang membuka restaurant dengan menyajikan sie reboh ini. Di karnakan minat masyarakat Aceh yang tinggi terhadap masakan ini. Bukan hanya masyarakat lokal yang doyan dengan masakan sie reboh ini, tetapi juga turis asing yang berkunjung ke Aceh. Mereka sangat kagum terhadap kuliner masakan Aceh (Indonesia) ini. Karena rasanya yang begitu enak.

Bukan hanya kelezatan yang tawarkan oleh sie reboh ini, tetapi juga kekayaan gizi yang terkandung di dalamnya yang baik untuk perbaikan gizi masyarakat. Daging sebagai sumber protein hewani memiliki nilai hayati yang tinggi karena kandungan asam-asam amino essensialnya. Oleh karena itu setiap langkah perlakuan yang dilakukan pasca sembelih perlu mendapat pengawasan yang baik guna menekan laju kerusakan zat-zat gizi yang dikandungnya. Kandungan lemak dalam daging ikut menentukan kualitas daging, yakni cita rasa dan aroma daging tersebut. Dan untuk mempertahankan nilai gizinya, perlu pemanasan, perubusan dan juga pengeringan agar mutu sie reboh itu tetap terjaga.

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Suhairi, L (2007) yang di uji pada Laboratorium ITB, menyimpulkan bahwa pemanasan berulang terhadap sie reuboh menyebabkan penurunan kadar protein dari 82,36 menjadi 62,60% (bk), penurunan daya cerna protein dari 87,42% menjadi 79,83%. Kadar asam lemak bebas meningkat 9,78 ml NaOH 0,1 N/ 100 g menjadi 19,86 ml NaOH 0,1 N/ 100 g. Bilangan peroksida meningkat dari 3,57 menjadi 13,32 mg O2/100g. Bilangan TBA pun mengalami peningkatan yaitu dari 0,99 menjadi 2,25 ppm. Jumlah mikroba selama pemanasan berulang mengalami kenaikan sampai pemanasan ke-3, tidak nyata perubahannya dari pemanasan ke-3 sampai ke-4, tetapi menurun kembali setelah pemanasan ke-4sampai ke-6. Jumlah mikroba berkisar antara 2,20-4,26 log koloni per ml.

Semoga informasi makanan traditional Aceh ini dapat memperkaya pengetahuan kita terhadap kekayaan kuliner yang ada di Indonesia. Dan juga sebagai salah satu pangan tradisional Indonesia dengan informasi kekayaan gizi yang lebih lengkap.

Bagi anda yang di luar Aceh, apabila berkunjung ke Aceh jangan segan-segan untuk mencicipinya ya. Di jamin pasti maknyus. hehehe… I Love Aceh, I Love Indonesia.

Source: http://nutrisiuntukbangsa.org/
Oleh: Muksalmina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s